Kegiatan TOT LPQQ: Meningkatkan Pengajaran Al-Qur’an di Indonesia
- Oktober 21, 2024
- admin
- 5:56 am
Alhamdulillah, pada hari Ahad, 20 Oktober 2024 pengasuh Santri Qur’an Flores-NTT bisa mengikuti acara yang sangat penting yaitu TOT (Training of Trainer) yang diadakan oleh LPQQ, yang mana di selenggarakan di Masjid Agung At-Tin Jakarta. Peserta dari berbagai daerah menghadiri acara TOT ini. Banyak tokoh yang hadir dalam acara ini.
Langkah Nyata LPQQ: Dari TOT di Jakarta hingga Harapan di Flores

Acara ini bertujuan untuk melahirkan banyak pengajar Al-Qur’an. Bapak KH. Mahbub Shaleh Zarkasyi selaku Pendiri LPQQ menyampaikan bahwa, di negeri kita yang mayoritas Muslim ini terdapat 65 persen yang belum baca Al-Qur’an. Oleh karena itu LPQQ hadir untuk memberikan solusi. LPQQ hadir untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an. Dalam cara TOT ini Bapak KH. Mahub memberikan pelatihan sebuah metode pembelajaran Al-Qur’an yang bernama Metode Ishlah. Beliau mengutarakan berkaitan dengan urgennya Metode Ishlah dalam mempermudah proses belajar Al-Qur’an.
Baca Juga: https://yarsi.or.id/mempersiapkan-akhirat-dengan-ilmu-pesantren-lansia-bersama-ustadzah-dr-hj-welya-safitri-dan-ustadz-jumat-ridwan/
Ustadz Jumat Ridwan Lamatupuk, Pengasuh Santri Qur’an Flores-NTT, mengikuti acara LPQQ dengan harapan dapat memahami dan mempraktikkan metode Ishlah di kampung-kampung pelosok.Pengasuh Santri Flores-NTT ini pun memiliki harapan agar LPQQ bisa mengadakan acara TOT ini di Flores-NTT. Harapan selanjutnya Ustadz Jum’at Lamatupuk ini adalah supaya bisa terwujudnya struktur LPQQ yang ada di Flores-NTT.
LPQQ (Lembaga Pembelajaran Qiroatil Qur’an) adalah organisasi independen yang bergerak dari tingkat pusat hingga daerah, dengan ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat Muslim memimpin langsung. LPQQ bertujuan memberantas buta huruf Al-Qur’an dan meningkatkan kesejahteraan serta penghargaan bagi para pengajar Al-Qur’an. Gerakan ini muncul karena 65% atau sekitar 149 juta Muslim di Indonesia, termasuk remaja, dewasa, dan lansia, belum bisa membaca Al-Qur’an. Tujuan dan latar belakang LPQQ dijelaskan dalam Buku Ishlah oleh KH. Mahbub, Ketua Umum LPQQ Indonesia.
Faktor utama umat Islam di Indonesia belum bisa membaca Al-Qur’an adalah: pertama, anak-anak tidak mendapat kesempatan mengaji di masjid, musholla, atau lembaga Islam. Kedua, remaja dan dewasa tidak bisa mengaji karena kesibukan, rasa minder, gengsi, atau pengaruh lingkungan. Ketiga, banyak Guru Ngaji berhenti mengajar karena masalah ekonomi.