Setiap manusia ingin menjadi hebat dan beruntung. Tidak ada orang yang mau menjadi lemah dan hina. Dalam memaknai apa itu hebat dan beruntung ini, tentunya berbeda-beda di kalangan manusia. Seperti apakah hebat dan beruntung itu? Bagaimana cara mendapatkannya??
Al-Qur’an: Petunjuk untuk Meraih Keberuntungan
Sebagai makhluk ciptaan Allah Ta’ala, manusia seharusnya membaca dengan serius aturan Allah Ta’ala, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Al-Qur’an adalah aturan Alloh yang tertulis dan alam semesta yang terbentang luas ialah aturan yang tidak tertulis. Orang yang hebat dan beruntung adalah orang yang terbaik dan orang yang memiliki keutamaan. Paparan berikut ini semoga bisa memudahkan kita untuk memahami hebat dan beruntung dan mampu mengamalkannya, aamiin ya Alloh.
Alloh Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)
Ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang senantiasa membaca kitab Allah (Al-Qur’an) akan memperoleh beberapa keutamaan, yaitu: pertama, peniagaannya tidak merugi; kedua, Allah Ta’ala menyempurnakan pahalanya. Ketiga, Alloh Ta’ala menambah karunia-Nya kepada mereka. Seperti inilah manusia yang hebat dan beruntung. Orang-orang yang selalu membaca Al-Qur’anlah yang mendapatkannya.
Rosululloh ﷺ merupakan manusia terbaik menyampaikan tentang siapakah orang yang terbaik. Dalam riwayat Imam Bukhori bahwa Rosululloh bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“ Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya .”
Baca Juga: https://yarsi.or.id/kegiatan-tot-lpqq-meningkatkan-pengajaran-al-quran-di-indonesia/
Sungguh beruntung dan hebat bagi orang-orang yang selalu membaca Al-Qur’an karena mereka akan memperoleh syafa’at pada hari qiyamat lantaran bacaan Al-Qur’an selama berada di dunia. Terdapat pesan yang mulia dari manusia mulia (Rosululloh) ﷺ berikut:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya. (HR. Muslim)
Allah Meninggikan Derajat Pembaca Al-Qur’an
Orang-orang yang selalu membaca dan mengamalkan Al-Qur’an akan Allah tinggikan derajatnya. Ini adalah keberuntungan dan bahagiaan bagi mereka. Allah akan merendahkan atau menghinakan orang-orang yang tidak membaca Al-Qur’an.Rosululloh ﷺ bersabda:
إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat (meninggikan) dengan kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan kaum yang lain dengannya juga.”
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Tirmidzi)
Orang yang selalu membaca Al-Qur’an adalah Orang yang hebat dan beruntung. Di dunia mereka hebat dan beruntung. Di akhirat pun mereka beruntung dan hebat. Orang-orang yang tidak membaca Al-Qur’an tidak akan mendapatkannya. Mereka akan merasakan kerendahan dan kehinaan.
Dari uraian di atas dapat kita ambil beberapa ponit penting mengenai orang yang selalu membaca Al-Qur’an adalah:
- Tidak merugi peniagaannya
- Pahalanya disemupurnakan oleh Alloh Ta’ala.
- Alloh Ta’ala menambah karunia-Nya kepada mereka.
- Orang yang terbaik
- Mendapatkan syafa’at di yaumil qiyamah
- Ditinggikan derajatnya
- Memperoleh kebaikan berlipat-lipat
