Yayasan Riyadhus Shalihin Indonesia

HAKIKAT QURBAN

Hakikat Qurban: Ibadah Pengorbanan dan Ketakwaan

Pengertian Qurban

Secara bahasa, kata qurban berasal dari qarraba–yuqarribu–qurbanan, yang berarti mendekatkan diri. Dalam syariat Islam, qurban berarti menyembelih hewan tertentu pada waktu tertentu sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Umat Islam melaksanakan qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Melalui ibadah ini, mereka menunjukkan ketakwaan dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah.


Hakikat Qurban

Qurban tidak hanya sekadar menyembelih hewan. Lebih dari itu, qurban menunjukkan pengorbanan jiwa dan harta, serta ketundukan total terhadap perintah Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam menggambarkan keteladanan dalam hal ketaatan tanpa syarat.

1. Ketundukan kepada Allah

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memperlihatkan kepatuhan luar biasa dalam melaksanakan perintah Allah:

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, (maka Kami panggillah dia): ‘Wahai Ibrahim, sungguh kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.'”
(QS. Ash-Shaffat: 103–105)

Kisah ini mengajarkan kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, bahkan dalam ujian terberat sekalipun.


2. Bukan Daging dan Darah, Tapi Ketakwaan

Allah tidak meminta daging atau darah dari hewan qurban. Sebaliknya, Dia menilai ketulusan dan ketakwaan dalam hati setiap hamba.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamu-lah yang dapat mencapainya.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Allah menginginkan ibadah yang lahir dari hati yang ikhlas, bukan semata ritual yang bersifat fisik.


3. Ibadah yang Dicintai Allah

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa menyembelih hewan qurban menjadi amalan yang paling Allah cintai pada hari Idul Adha.

“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan qurban…”
(HR. Tirmidzi, no. 1493 – Hasan)

Rasulullah mengingatkan kita untuk meluruskan niat saat berqurban, karena Allah menerima ibadah yang dilakukan dengan ikhlas.


Hikmah Qurban

Ibadah qurban membawa banyak hikmah, di antaranya:

  • Mendekatkan diri kepada Allah

  • Meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail

  • Meningkatkan solidaritas sosial dengan berbagi kepada sesama

  • Menghapus dosa-dosa

  • Menumbuhkan rasa syukur dan keikhlasan dalam hati


Penutup

Qurban bukan sekadar menyembelih hewan. Melalui qurban, seorang hamba menunjukkan ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan demi memenuhi perintah Allah. Mari kita jaga keikhlasan dalam beribadah agar Allah menerima qurban kita dan menjadikan kita hamba-Nya yang bertakwa.

Galeri Qurban

Hari Raya Idul Adha 1446 H

Hari
Jam
Menit
Detik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top